Sabtu, 25 Mei 2019

 
Kontrarian Trading
Tidak heran jika lebih dari 95% trader saham kehilangan uangnya terus menerus, karena hampir mayoritas trader mengunakan prinsip analisa teknikal yang sama dan serupa. Mereka membaca buku yang sama, mengikuti strategi yang sama, dan mereka berpegang pada aturan main yang sama dalam mengatur risiko dalam perdagangan saham. 
 
Pada akhirnya, mereka akan mendapatkan hasil yang sama dalam trading mereka. 95% dari mereka itu, pada akhirnya kehilangan uang serta merugi, mereka dan memberikan uangnya kepada 5% yang trader yang melakukan analisa yang berbeda. 
 
Kita sebagai adalah makhluk sosial adalah sangat manusiawi bila naluri yang tertanam dalam diri kita adalah mengikuti kelompok kawanan atau bergabung dengan kerumunan (herding behavior). 
 
Dalam kehidupan nyata, kelangsungan hidup kita sangat tergantung pada pada orang lain karena kita hidup bermasyarakat, tetapi ketika kita trading, mentalitas suatu kawanan atau kelompok sebenarnya akan mempengaruhi dan merusak kesuksesan trading Anda. 
 
Di sinilah kontrarian trader memiliki keunggulan lebih dari trader yang lain. Jika Anda ingin lebih unggul dalam perdagangan saham di bursa, 
 
Anda harus melawan keinginan untuk masuk dalam suatu kerumunan, keluar dari kerumunan dan mulai berpikir secara mandiri tidak peduli ketika anda disebut berbeda dengan trader pada umumnya. 
 
 
Kontrarian trader adalah gaya trading yang yang berlawanan dengan mayoritas trader pada umumnya, mayoritas trader pada umumnya mengikuti arah trend, trend is your friend, slogan itulah yang sering terdengar, seorang trader kontrarian melakukan hal yang berlawanan dari mayoritas trader yang lain, dan mereka berspekulasi melawan kerumunan untuk mendapatkan profit dari kesalahan umum yang akan dilakukan trader pada kerumunan (herding behavior).
 

10:23 AM

Rabu, 22 Mei 2019


Senin, 20 Mei 2019




Biksu dan kayu bakar

Ada sebuah vihara terletak di puncak bukit. Vihara ini terkenal dengan para biksunya yang memiliki tingkat spritual tinggi. Baru baru ini, mereka memilih kepala vihara baru sebagai pemimpin spritual mereka. Dari jauh,  orang orang dapat melihat dengan jelas suasana vihara dan kegiatannya. Saat ini para biksu sedang sibuk menyiapkan perbekalan musim dingin.

Biksu kepala memberi perintah kepada murid muridnya untuk mencari kayu bakar dan menumpuknya di halaman, biksu kepala itu sangat puad karena semua rencana musim dinginnya berjalan dengan lancar.

Malam hari ketika tidur, biksu kepala merasa kedinginan, ia berfikir dan menjadi ragu jangan jangan musim dingin ini lebih berat dari biasanya, ia berjalan mondar mandir. Akhirnya ia menyalakan TV, dan menonton wawancara pengamat cuaca terkenal, seorang profesor lulusan universitas ternama. Biksu kepala berfikir, ia harus menghubungi pengamat cuaca ini, sang biksu lalu menelefon nomor kontak pengamat cuaca yang tertera di layar TV.

Waktu menelefon, sang biksu kepala tidak menerangkan indentitas sebenarnya sebagai seorang biksu, supaya reputasinya sebagai biksu suci tidak tercemar, apa kata dunia, sebagai biksu suci meragukan tentang masa  depan.

Profesor.....tanya sang biksu kepala, "musim dingin seperti apa yang kita hadapi tahun ini ?"
"Dari berbagai gejala yang saya ketahui, menyatakan bahwa tahun ini akan menjadi musim salju yang sangat dingin", kata sang profesor.


Hari berikutnya biksu kepala menyuruh para biksunya untuk mengumpulkan lebih banyak kayu bakar.

Seminggu kemudian, sang biksu kepala melakukan panggilan telefon lagi kepada sang profesor pengamat cuaca tanpa menyebutkan identitasnya.

"Apa kelihatannya musim salju tahun ini akan menjadi musim yang benar benar dingin, seperti yang anda gambarkan minggu lalu pak profesor ?"

"Pertandanya makin buruk, pak" jawab sang profesor, "Tampaknya akan menjadi musim dingin yang sangat buruk."

Keesokan paginya, biksu kepala memerintahkan kepada para biksu biksunya untuk mengumpulkan lebih banyak lagi kayu bakar yang bisa ditemukan, kayu kayu bakar tersebut menumpuk tinggi di halaman vihara.

Namun, biksu kepala masih merasa cemas, kalau kalau persiapannya belum mencukupi, maka sang biksu kembali menelefon sang profesor pengamat cuaca. "Profesor...Apakah anda benar benar yakin, bahwa ada gejala yang membuat musim salju ini menjadi sangat buruk dan sangat lama?"

"Sangat Yakin." Jawab sang profesor dengan tegas "Bahkan kelihatannya semakin memburuk setiap harinya, kelihatannya akan menjadi musim dingin yang terburuk sepanjang masa".
"Bagaimana anda bisa begitu yakin?" Tanya Biksu kepala dengan was was dan cemas.

"Karena...." jawab sang profesor " Semua biksu suci di vihara dekat kami gila gilaan mengumpulkan kayu bakar, saya melihat dengan mata kepala sendiri, sangat nyata dan tidak mungkin terbantahkan lagi."


Sang Biksu kepala langsung jatuh pingsan.



Waktu terbaik belajar saham pada saat kondisi bearish

penulis : Keneisha

Judul tulisan di atas sudah penulis tulis berulang kali di grup ini, waktu terbaik adalah saat sekarang ini saat pasar sedang dilanda prahara Pemilu 2019, demam perang dagang dan situasi yang lesu pra lebaran.

Mengapa demikian ?
Logika sederhanya berinvestasi saham mesti pada waktu semua saham berharga murah, jadi kemungkinan nyangkut di atas tidak besar.
Teman teman yang mulai berinvestasi saham sejak akhir tahun 2018 sampai awal tahun 2019 pasti menikmati keuntungan yg cukup besar, keuntungan tersebut bukan jatuh dari langit, melainkan akibat koreksi sebelumnya pada awal-awal tahun 2018.

Realita yang ada konsep Herding behavior  terjadi, konsep berinvestasi dalam kawanan selalu muncul, orang berbondong bondong membeli ketika harganya sudah tinggi dan hampir mencapai resistance dalam bahasa elliotwavenya sudah di wave 5, seperti masa awal-awal tahun 2018.

Even a monkey can make money in bull market keuntungan yang anda raih pada pasar bullish akan membuat kita terlena, dan tidak siap menghadapi pasar yang bearish.

Sadar atau tidak sadar yang membeli di ketinggian akan nyangkut, karena sepandai pandai tupai melompat akan jatuh juga, dan yang membeli di level rendah akan profit walau memang masih diperlukan waktu untuk membuktikannya.

Banyak sekali investor yang berfikir sederhana ketika membeli saham BBCA atau UNVR, orang orang tua kita mempunyai konsep ekonomi yang kuat di memorinya beli saat rendah dan jual ketika harganya sudah naik tinggi.

Sebodoh bodohnya investor, ketika membeli saham saat dilanda krisis akan untung, dan sepandai pandainya trader membeli saham di harga tinggi suatu saat pasti cut loss juga.

Minggu, 19 Mei 2019


Subjektifitas Trading

oleh : Keneisha

1. Trader yang gagal setelah menimbang nimbang akan masuk saham, misal saham ABCD, merasa gak yakin kalau harga tersebut belum bergerak naik, atau  telah memperoleh kepastian.

2. Keesokan harinya, harga saham ABCD terus bergerak naik, bukannya memutuskan untuk membeli, tetapi malah menunggu karena takut harganya kemudian akan turun.

3. Hari ketiga, saham ABCD masih kuat naik, disinilah sang trader merasa mendapat garansi bahwa harga sahamnya akan bergerak uptrend, sehingga mulai mengambil posisi long.

4. Tetapi seperti yang sudah sudah kenaikkan harga yang sudah 3 hari naik berturut turut rawan profit taking, setelah harga menyentuh titik resistance dan dapat berbalik setiap saat.

5. Kemudian pada hari keempat, harga berbalik arah turun setelah menyentuh titik resistance, trader gagal menunggu dan berharap harganya akan memantul dan berbalik arah.

6. Ketakutan membuat pikiran tidak rasional, bukannya melakukan stop loss, level stop loss yang ada diturunkan lebih bawah lagi, dengan harapan level stop loss yang baru tidak terkena.

7. Harga mulai terjun bebas, keputusan menurunkan level stop loss, berakibat fatal, kepanikan melanda trader gagal, setelah harganya turun dalam tidak tahan melihat kerugian, trader tersebut mengumpulkan keberanian untuk melakukan cut loss, trader tersebut mengabaikan faktor rasionalitas bahwa harga sudah turun hampir mendekati support.

8. Beberapa hari kemudian, harga mulai rebound, tetapi trader tersebut malah terbengong-bengong melihat harga naik melewati level entry buy nya.

9. Trader gagal merasa mendapat kutukan, saham yg dibeli selalu turun, dan saham yg dijual selalu naik

10. Trader yang berhasil selalu menyiapkan trading plan, atau menempatkan level stop loss, karena setiap masuk market selalu ada kemungkinan harga bergerak tidak sesuai dengan  keinginannya.

*bagi yang ingin belajar saham GRATIS bisa klik link berikut
https://alligatortrader.blogspot.com/2019/05/belajar-saham-gratis-via-wa.html

Jailangkung Analisa ternikal

Oleh Keneisha

Analisa Teknikal untuk beberapa pemain baru di dunia saham dianggap sebagai ramalan dewa, analisa yang dianaligogikan permainan "Jailangkung", bertanya saham apa yang pasti akan naik besok, sementara sang Jailangkung menjawab lewat coretan teknikal, pandangan-pandangan subjektif seorang  pelaku pasar terhadap bentuk pola teknikal saham yang akan menuju titik tertentu dipilah secara parsial, tanpa memperhatikan kondisi makro dalam hal ini IHSG secara keseluruhan.

Okelah...Saham-saham tertentu, seperti saham gorengan atau saham yang baru IPO memang tak sesuai dengan arah IHSG secara keseluruhan, alasan utamanya adalah belum selesai sudah proses distribusi kepada investor ritel, saham yang berjumlah lebih dari 1 Millar lembar proses distribusi kepada investor ritel memerlukan waktu kurang lebih 6 bulan, karena mayoritas sahamnya masih di kantong underwriter.

Untuk pemula saham saham tersebut tidak penulis sarankan, karena memang belum ada data historis pergerakan harga sebelumnya, serta kebanyakan saham saham tersebut memiliki PER PBV yang sudah sangat mahal, sehingga tak layak untuk di hold dalam jangka panjang, walaupun penulis tidak menafikan kemungkinan anda bisa mengeruk keuntungan besar di saham saham sejenis ini.

Subjektifitas Analisa Teknikal ini yang memenjara pikiran kita saham ABCD akan bertahan naik dan saham 1234 akan turun mengikuti target target coretan teknikal.

Di lain pihak, koreksi masif yang menimpa IHSG secara keseluruhan, akan membuat investor berfikir untuk keluar atau men-switch sahamnya, dengan kata lain investor menjual saham yang uptrend (dalam coretan teknikal) karena khawatir terkoreksi dan mulai membeli saham yang terkoreksi tajam, dan berfundamental baik untuk di hold dalam jangka waktu panjang, faktor manusiawi juga mesti diperhitungkan, seperti rasa khawatir saham yang sudah naik tinggi akan terkoreksi mengikuti pergerakan turun saham-saham yang sudah turun.

Subjektifitas juga dipengaruhi oleh saham apa yang sedang dipegang dan saham apa yang sudah dicut loss, kondisi emosi yang membuat saham dalam genggaman portofolio harus naik sedangkan saham yang sudah di cut loss harus turun.

Kondisi makro dalam naungan beruang atau kondisi bearish, akan memaksa saham saham yang belum turun banyak akan turun mengikuti pergerakan saham saham lain yang sudah turun tajam sebelumnya, pasar yang panik akan mengoreksi semuanya tanpa terkecuali, ibarat bola salju yang semakin kencang bergulir turun melibas semua yang ada tak terkecuali, termasuk rasionalitas analisa teknikal.

Sabtu, 18 Mei 2019


Buy n Hold Trading

Ditulis oleh Keneisha

Seorang trader profesional tak setiap waktu trading jual beli, ada saatnya harus diam dan berhenti mengoreksi semua yang ada, mempersiapkan kekuatan ekstra yang masih ada, untuk memperbaiki kerusakan portofolio akibat bear-nya pasar, tak mesti selalu dengan strategi jual-beli, strategi jual-beli bahkan menjadi bumerang bagi trader, kala harus mengaplikasikannya di pasar yang bearish.

Untuk memperkecil kerusakan portofolio dapat dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya  masuk ke saham saham bluechip dikarenakan kontribusi terbesar dari penurunan indexs ada di saham saham bluechip, 4 big bank BBCA BBNI BMRI BBRI juga saham saham berkapitalisasi raksasa seperti HMSP GGRM dan UNVR.

Masalahnya untuk memasuki semua saham saham tersebut, dana yang dimiliki oleh trader seperti saya tidak cukup, maka jalan termudah adalah masuk ke salah satu reksadana saham, menebak bottom indexs adalah syarat mutlak agar kita bisa mengaverage semua kerugian kita, dan ketika pasar berbalik arah, kita dapat memutarbalikkan semua kerugian kita berubah menjadi keuntungan.

Masalah lain, trader pemula selalu tak punya dana cadangan untuk mengatasi itu semua, walau dana itu ada, trader pemula tak punya nyali, karena depresi yang sudah kadung menghantui, serta men- judge saham adalah biang kerugian bahkan Judi, antipati bahkan sumpah serapah, membuat kondisi mental psikologis semakin menjauhi investasi saham.

Buy n hold  tak selalu membuat kita berhenti memantau pergerakan harga saham, harga saham bergerak dinamis,  bisa jadi semua perhitungan kita meleset, dan kita harus mengantisipasinya sesuai kondisi,  karena tiada sesautu yang pasti di pasar saham.

Kesabaran dan disiplin, serta kemampuan memprediksi pergerakan harga saham menjadi kunci, kerugian yang tertunda lambat laun isyaAllah  akan berubah menjadi keuntungan.

Keep struggle !!!

statistik web

Flag Counter
Diberdayakan oleh Blogger.

Buku Penulis

ALLIGATOR TRAINING EVENT

ALLIGATOR TRAINING EVENT

PUBLIC CHANNEL

FACEBOOK GROUP

WA PREMIUM