Rabu, 08 Juli 2020

Uncertainty is the key to unlocking opportunity 

Kesempatan tak pernah datang dua kali, seumur hidup penulis dari kecil hingga dikaruniai anak dua, belum pernah penulis mengalami kejadian seekstrim ini, anak-anak sekolah di rumah, satu satunya yang pernah menghalangi penulis pergi ke sekolah ketika penulis masih SD, adalah ketika gunung galunggung meletus sehingga akhirnya sekolah diliburkan.

Sesuatu yang tidak kelihatan tetapi berakibat luar biasa, kantor-kantor di liburkan, anak-anak sekolah online, mal-mal tutup walau akhirnya sekarang buka kembali sebari menerapkan protokol kesehatan.

Di dunia investasi ini yang dinamakan CRASH atau krisis, krisis moneter yang mengguncang perekonomian Indonesia sepanjang hidup penulis yang terdasyat adalah di tahun 1998, kemudian tahun 2008, dan kemudian ini 2020, ya tahun ini, Indeks harga saham gabungan meluncur deras dari level 6600 ke level 3900 atau turun sekitar -40%.

Kondisi ini mungkin tidak akan terjadi kembali dalam 10 sampai 20 tahun kedepan, krisis tahun 1998 dan 2008 menciptakan peluang munculnya orang orang kaya baru dari investasi saham dan investasi jenis lainnya seperti property, dollar AS, dan emas, dari cerita pengalaman para senior senior investor seperti LKH, mereka berhasil memperoleh kekayaan fantastis pada saat krisis.

LKH membeli saham UNTR pada 1998 saat harganya Rp 250 per saham. Ia menjualnya 6 tahun kemudian pada harga setara dengan Rp 15.000 (saham UNTR sudah mengalami stock split dan bonus), menikmati keuntungan 5.900 persen! Atau rata-rata hampir 100 persen setahun dalam jangka waktu 6 tahun. Lo Kheng Hong menginvestasikan Rp 1,5 milyar untuk membeli 6 juta saham UNTR. Enam tahun kemudian, dia memperoleh Rp 90 milyar dari penjualan saham tersebut.

Kesempatan ini mungkin tidak akan terulang kembali dalam 20 tahun kedepan, penulis yakin anda akan menyesal tidak membeli lebih banyak lagi pada saat ini, orang orang kaya baru akan bermunculan setelah kondisi krisis ini berakhir, dan mungkin anda adalah salah satunya.

Jumat, 03 Juli 2020

 



Pasar g akan pernah menunggu kita, kita sesibuk apapun pasar tetep jalan semaunya dia.

don't ever measure the market with our will

Pasar jg tdk bergerak dg kaidah fundamental, fundamental hanya sebagian kecil dari persepsi pasar.

Seperti saham AGII, technical lbh akurat memprediksi pergerakan harga jangka pendek

Yg paling penting buat kita bukan fundamental perusahaan, tapi seberapa banyak kita bisa mengambil keuntungan dr selisih harga.

Ubah pola pikir yg lama

Kecuali mau jd investor y

Semakin dijauhi saham tsb, pergerakan harga akan semakin kencang

Bandar g suka dibuntuti

Yg belum paham bs baca teori mobil butut, cukup mengena artikelnya.

Semua yg terjadi di pasar saham, berkebalikan dengan logika standar yg baku, logika pasar baru bisa dipahami kl sdh punya jam terbang cukup tinggi.

Mesti diingat, pasar lebih pintar, lebih licik dan dan lebih lincah drpd kita, jgn pernah mencoba mengalahkan pasar.

AGII itu kita tau dr informasi 'mobil butut' tapi sdh ada 'sopir'nya

Naik 'mobil mewah' yg belum ada 'sopir' harga akan stagnan

'Sopir' ini punya banyak kepentingan salah satunya menciptakan persepsi pasar atau memang sdh punya informasi 'insider' seperti BULL, harga sdh menguat sebelum LK keluar, kita g pernah tau alasannya apa, tapi semua informasi positif dan negatif yg sdh terbentuk menciptakan pergerakan harga dlm bentuk chart dan volume, semua informasi yg belum di rilis sdh terbaca disitu.

CL itu bukan berarti kita 'kalah' tp dana dioper k yg lbh prospek

Portofolio itu bukan ngurusi 1 saham, tapi kesatuan team

Ada yg minus ada yg plus

statistik web

Flag Counter
Diberdayakan oleh Blogger.

Buku Penulis

ALLIGATOR TRAINING EVENT

ALLIGATOR TRAINING EVENT

PUBLIC CHANNEL

FACEBOOK GROUP

WA PREMIUM