Jumat, 26 April 2019

Sharing  Amibroker afl pattern recognise, mencari support resistace, atau breakout dengan satu sentuhan klik mouse di laptop anda

https://alligatortrader.blogspot.com/p/blog-page.html

 Contoh KBLI
KBLI break up

Contoh JPFA
JPFA break down

Contoh Mencari Support Kuat BBTN


Contoh Mencari Resistance RIGS





Selasa, 09 April 2019


 Konsep Trimurti dalam agama Hindu,

1. Dewa Brahma,
sebagai dewa pencipta
2. Dewa Wisnu,
sebagai dewa pemelihara.
3. Dewa Shiwa,
sebagai dewa perusak

Dan para dewa akan bergantian datang ke bumi.

Setelah membaca konsep trimurti diatas , Sekarang apa hubungannya dg Saham ?

Dalam sahampun ada yang berkaitan dengan konsep Trimurti

1. Masa penciptaan yang  dinaungi oleh Dewa Brahma.

2. Masa pemeliharaan yang dinaungi oleh Dewa Wisnu atau periode bullish

3. Atau masa destruction atau kehancuran, yang dinaungi oleh Dewa Shiwa atau periode bearish.


Pada saat ini ada beberapa sektor yang berada dalam periode kehancuran, seperti sektor tambang batu bara, setelah melalui rally panjang pada tahun 2017-2018, kita takkan pernah tahu kapan periode destruktif batu bara ini berakhir, sebelum munculnya Dewa Brahma, proses trimurti ini akan terjadi berulang-ulang ibarat proses reikarnasi.

Contoh perusahaan yang berulang mengalami proses trimurti adalah Apple, apple setelah tergerus oleh dominasi IBM, Steve Job melakukan terobosan baru dengan Iphone dan Ipadnya.

Contoh perusahaan yang sekarang ini berada dalam akhir periode destruktif adalah Blackberry, Nokia, dan Yahoo, Blackberry, Nokia, dan Yahoo bisa bangkit kembali masuk ke alam penciptaan seperti Apple bila mereka melakukan terobosan baru yang revolusioner.

Idealnya kita masuk ketika harga sampai di titik akhir periode destruktif, periode destruksi dalam analisa teknikal dapat diketahui dengan indikator oversold,  tapi kapan periode destruktif itu berakhir kita takkan pernah tahun sebelum muncul tanda reversal atau kedatangan Dewa Brahma.

Dewa Wisnu yang digambarkan sebagai Dewa Pemelihara, dapat diibaratkan kondisi trending market yang uptrend, posisi Hold masih harus diperhitungkan selagi Dewa Wisnu masih berada di bumi, kondisi masa pemeliharaan juga kita tidak tahu kapan akan berakhir, tetapi dari kondisi teknikal dapat diketahui dengan indikator yang berulang-ulang memberikan sinyal jenuh Beli, pastinya kondisi ini akan berakhir sampai benar-benar muncul Dewa Shiwa  atau kondisi reversal, dan inilah saatnya untuk menjual.

Pada pasar yg tidak trending atau sideways kedatangan para dewa terjadi sangat sering, karena  masing masing sektor naik dan turun bergantian.

Suatu hal yang harus digarisbawahi, bila bila kita terlambat melakukan penjualan, dan menunggu sampai proses destruksi selesai,  bisa memakan  waktu lama dan berlarut-larut, bila proses destruksi sudah dimulai sebaiknya kita mendestruksi diri kita sendiri, lalu berusaha untuk mencari saham baru yang baru memulai proses penciptaan.

bagi yang ingin memperdalam, Program charting Amibroker, Teknikal analisis, dan Fundamental paktis, dapat membaca artikel berikut ini

 https://alligatortrader.blogspot.com/2019/04/training-teknikal-dan-fundamental-21.html

Sabtu, 06 April 2019


Untuk menunjang performa investor member Alligator , kami sedianya akan mengadakan pelatihan Teknikal, khususnya buat investor yg ingin memperdalam teknikal Analisis dan Fundamental Analisis, di bulan April di Bandung, Minggu tanggal 28 April 2019.

dengan tema  :

1. Dasar dan Aplikasi Teknikal analisis,
2. Counter trend trading
Trading melawan arah trend
3. Aplikasi program Charting Amibroker.
Serta pembekalan Fundamental praktis

Waktu jam 9.00 - selesai jam 3 atau 4 sore.
(Jeda makan siang).

Biaya Konsumsi
1. Member Alligator Plus Rp.200rb
2. Non Member Rp.450rb
(Non member gratis plus membership Alligator plus 1 bulan)

Rekening BCA
an. Lilis Sumiati
AC. 4370513673


*Karena keterbatasan tempat hanya kami buka maksimal 15 peserta.

Nb. Traning yg sedianya dilaksanakan 21 April 2019, kami revisi jadi tanggal 28 April 2019, dikarenakan tgl 21 April bertepatan dengan perayaan Paskah.

Jumat, 22 Februari 2019

Di sebuah kesempatan ketika penulis mengadakan perjalanan ke Korea Selatan bersama grup Nikko Sekuritas, pada akhir tahun 2018 lalu, ketika harga saham turun sangat tajam, ditandai dengan turunnya IHSG hampir 5% sehari, dan melemahnya rupiah ke kisaran 15.000 rupiah per Dollarnya, penulis berkesempatan bertemu dengan seorang investor, pak Abeng namanya, penulis sempat mengobrol ketika menunggu hendak naik bus untuk tour keliling ke pulau Jeju.

Pak Abeng adalah investor saham kawakan, beliau bercerita bahwa ia sedang mengakumulasi saham Garuda Indonesia dengan jumlah yang sangat banyak, ketika itu harga saham Garuda hanya berkisar 200 rupiah per lembar sahamnya, dan berada dalam trend sideways yang sangat panjang, dan luar biasanya hampir semua dana sahamnya dialokasikan di saham tersebut, penulis sempat bertanya alasan membeli saham tersebut.

Alasannya hanya satu, Garuda adalah BUMN sehingga menurut beliau tidak mungkin mati, dan beliau bersedia menunggu tidak perduli laporan keuangannya untung ataupun rugi, dan menurut beliau, beliau hanya mau mengakumulasi saham saham yang sedang mengalami penurunan dalam, serta sangat menghindari saham yang naik tinggi.

Seperti kita ketahui di awal Februari 2019 ini harga saham Garuda sudah melambung menyentuh 500 rupiah per lembar sahamnya, atau naik lebih dari 100%  bisa dibayangkan betapa besarnya keuantungan yang diterima oleh pak Abeng.

Investasi saham pada dasarnya harus memiliki keyakinan, apapun alasannya, baik pertimbangan fundamental ataupun terknikal, sehingga kita tidak goyah ketika badai menerpa, yang sering terjadi kita terburu buru membeli saham di harga tinggi dan akhirnya nyangkut, karena prinsip bermain saham intinya adalah "beli bawah jual di atas", tetapi prinsip itu sering terlupakan, oleh salah satu sifat manusia yang paling dasar yaitu.. keserakahan.

HAPPY CUAN
Alligator trader

Selamat Berinvestasi !!

Minggu, 10 Februari 2019



Pelatihan Teknikal Analisis di JAKARTA
Materi :
PROFITABLE DAY AND SWING TRADING
Using price, volume, moving average, bolliger band, CCI and pattern to catch BIG moves in stock market.

PROFITUNITY TRADING SYSTEM
( Chaos Theory)
Alligator trading combinations with price action, money management and position sizing for swing trading and trend following

Minggu, 10 Februari 2019

Pembicara :
Keneisha
Day n swing stock trader

Tempat :
THE MEDIA HOTEL
Jl. Gn Sahari Jakarta

Sabtu, 26 Januari 2019

Pelatihan Teknikal Analisis di JAKARTA
Materi :
PROFITABLE DAY AND SWING TRADING
Using price, volume, moving average, bolliger band, CCI and pattern to catch BIG moves in stock market.

PROFITUNITY TRADING SYSTEM
( Chaos Theory)
Alligator trading combinations with price action, money management and position sizing for swing trading and trend following

Minggu, 10 Februari 2019

Pembicara :
Keneisha
Day n swing stock trader

Tempat :
THE MEDIA HOTEL
Jl. Gn Sahari Jakarta

Waktu :
2 sesi dari 9.00 sampai 16.00
Rehat makan siang

Investasi :
1 juta Rp

Sudah termasuk 1x makan siang 2x coffe break.

Ditransfer ke rek
BCA
An. Lilis Sumiati
Ac. 4370513673
Saham BCA pada tahun 2011 masih berada di kisaran 5000 per lembar sahamnya, pada Januari 2019 ini berada pada rentang 26.000 per lembar sahamnya, atau nyaris naik 5X lipat selama kurun waktu 7 tahun, atau secara kasat mata return yang diraih adalah 70% setahun.

Saham BCA juga sangat liquid karena saham ini jenis saham bluechip, sehingga dapat dijual kapan saja berapapun jumlah yang anda punya, dan saham ini sangat sulit sekali terkoreksi, terbukti dari beberapa kali terpaan koreksi yang pernah melanda bursa saham kita.

Masih mungkinkah menemukan BCA BCA baru di bursa saham kita ? Its possible ?

Membandingkan growing stock di bursa saham kita, saham saham yang memiliki kategori seperti BCA, manajemen bersih, earning bertumbuh terus setiap tahun, dan laba yang diraih juga berasal dari kinerja operasional perusahaan.

Saham 'kategori' BCA mayoritas berada pada sektor yang defensif, dan ini berada pada sektor jasa keuangan (finance) dan Consumer good.

Dalam analisa teknikal saham tersebut haruslah bergerak dalam trend uptrend baik secara sektoral maupun saham itu sendiri.

Beberapa saham IPO seperti CLEO dan HOKI juga mengindikasikan gejala seperti BCA walau bila dihitung kapitalisasi pasar 2 saham tersebut masih amatlah kecil.

Saham yang berkapitalisasi pasar cukup besar seperti BCA yang masuk dalam daftar penulis adalah GGRM KLBF UNVR ICBP INDF MYOR, growing laba saham saham tersebut diatas mirip-mirip dengan growing laba yang pernah dihasilkan oleh BBCA.

Akankah kita melihat BCA-BCA baru di bursa saham kita ? Yang paling penting adalah kita memilikinya, tanpa memiliki saham tersebut kita hanya menjadi saksi sejarah saja, apakah anda memiliki saham BCA saat ini ? Atau hanya menjadi saksi sejarah :)

statistik web

Flag Counter
Diberdayakan oleh Blogger.

Buku Penulis

ALLIGATOR TRAINING EVENT

ALLIGATOR TRAINING EVENT

PUBLIC CHANNEL

FACEBOOK GROUP

WA PREMIUM