Jumat, 22 Februari 2019

Di sebuah kesempatan ketika penulis mengadakan perjalanan ke Korea Selatan bersama grup Nikko Sekuritas, pada akhir tahun 2018 lalu, ketika harga saham turun sangat tajam, ditandai dengan turunnya IHSG hampir 5% sehari, dan melemahnya rupiah ke kisaran 15.000 rupiah per Dollarnya, penulis berkesempatan bertemu dengan seorang investor, pak Abeng namanya, penulis sempat mengobrol ketika menunggu hendak naik bus untuk tour keliling ke pulau Jeju.

Pak Abeng adalah investor saham kawakan, beliau bercerita bahwa ia sedang mengakumulasi saham Garuda Indonesia dengan jumlah yang sangat banyak, ketika itu harga saham Garuda hanya berkisar 200 rupiah per lembar sahamnya, dan berada dalam trend sideways yang sangat panjang, dan luar biasanya hampir semua dana sahamnya dialokasikan di saham tersebut, penulis sempat bertanya alasan membeli saham tersebut.

Alasannya hanya satu, Garuda adalah BUMN sehingga menurut beliau tidak mungkin mati, dan beliau bersedia menunggu tidak perduli laporan keuangannya untung ataupun rugi, dan menurut beliau, beliau hanya mau mengakumulasi saham saham yang sedang mengalami penurunan dalam, serta sangat menghindari saham yang naik tinggi.

Seperti kita ketahui di awal Februari 2019 ini harga saham Garuda sudah melambung menyentuh 500 rupiah per lembar sahamnya, atau naik lebih dari 100%  bisa dibayangkan betapa besarnya keuantungan yang diterima oleh pak Abeng.

Investasi saham pada dasarnya harus memiliki keyakinan, apapun alasannya, baik pertimbangan fundamental ataupun terknikal, sehingga kita tidak goyah ketika badai menerpa, yang sering terjadi kita terburu buru membeli saham di harga tinggi dan akhirnya nyangkut, karena prinsip bermain saham intinya adalah "beli bawah jual di atas", tetapi prinsip itu sering terlupakan, oleh salah satu sifat manusia yang paling dasar yaitu.. keserakahan.

HAPPY CUAN
Alligator trader

Selamat Berinvestasi !!

Minggu, 10 Februari 2019



Pelatihan Teknikal Analisis di JAKARTA
Materi :
PROFITABLE DAY AND SWING TRADING
Using price, volume, moving average, bolliger band, CCI and pattern to catch BIG moves in stock market.

PROFITUNITY TRADING SYSTEM
( Chaos Theory)
Alligator trading combinations with price action, money management and position sizing for swing trading and trend following

Minggu, 10 Februari 2019

Pembicara :
Keneisha
Day n swing stock trader

Tempat :
THE MEDIA HOTEL
Jl. Gn Sahari Jakarta

Sabtu, 26 Januari 2019

Pelatihan Teknikal Analisis di JAKARTA
Materi :
PROFITABLE DAY AND SWING TRADING
Using price, volume, moving average, bolliger band, CCI and pattern to catch BIG moves in stock market.

PROFITUNITY TRADING SYSTEM
( Chaos Theory)
Alligator trading combinations with price action, money management and position sizing for swing trading and trend following

Minggu, 10 Februari 2019

Pembicara :
Keneisha
Day n swing stock trader

Tempat :
THE MEDIA HOTEL
Jl. Gn Sahari Jakarta

Waktu :
2 sesi dari 9.00 sampai 16.00
Rehat makan siang

Investasi :
1 juta Rp

Sudah termasuk 1x makan siang 2x coffe break.

Ditransfer ke rek
BCA
An. Lilis Sumiati
Ac. 4370513673
Saham BCA pada tahun 2011 masih berada di kisaran 5000 per lembar sahamnya, pada Januari 2019 ini berada pada rentang 26.000 per lembar sahamnya, atau nyaris naik 5X lipat selama kurun waktu 7 tahun, atau secara kasat mata return yang diraih adalah 70% setahun.

Saham BCA juga sangat liquid karena saham ini jenis saham bluechip, sehingga dapat dijual kapan saja berapapun jumlah yang anda punya, dan saham ini sangat sulit sekali terkoreksi, terbukti dari beberapa kali terpaan koreksi yang pernah melanda bursa saham kita.

Masih mungkinkah menemukan BCA BCA baru di bursa saham kita ? Its possible ?

Membandingkan growing stock di bursa saham kita, saham saham yang memiliki kategori seperti BCA, manajemen bersih, earning bertumbuh terus setiap tahun, dan laba yang diraih juga berasal dari kinerja operasional perusahaan.

Saham 'kategori' BCA mayoritas berada pada sektor yang defensif, dan ini berada pada sektor jasa keuangan (finance) dan Consumer good.

Dalam analisa teknikal saham tersebut haruslah bergerak dalam trend uptrend baik secara sektoral maupun saham itu sendiri.

Beberapa saham IPO seperti CLEO dan HOKI juga mengindikasikan gejala seperti BCA walau bila dihitung kapitalisasi pasar 2 saham tersebut masih amatlah kecil.

Saham yang berkapitalisasi pasar cukup besar seperti BCA yang masuk dalam daftar penulis adalah GGRM KLBF UNVR ICBP INDF MYOR, growing laba saham saham tersebut diatas mirip-mirip dengan growing laba yang pernah dihasilkan oleh BBCA.

Akankah kita melihat BCA-BCA baru di bursa saham kita ? Yang paling penting adalah kita memilikinya, tanpa memiliki saham tersebut kita hanya menjadi saksi sejarah saja, apakah anda memiliki saham BCA saat ini ? Atau hanya menjadi saksi sejarah :)

Jumat, 26 Oktober 2018

Silahkan klik link di bawah ini !

https://alligatortrader.blogspot.com/p/performa-lq45.html

untuk password silahkan hubungi admin WA +62 818 22 33 29
Image result for kelelahan 



Pasar yang berfluktuasi hampir selama 5 bulan akhir akhir ini, mengakibatkan kelelahan buat kita untuk berinvestasi.
Pasar berfluktuasi tajam tetapi masih saja bercokol di level yang sama, IHSG mondar mandir di level 5700 - 5900.

Belum ada sentimen positif yang bisa menggerakkan IHSG agar bisa bergerak uptrend, IHSG bergerak dalam kondisi sideways atau pasar yang bergelombang, gap up ditutup kembali, gap down diisi kembali, its a coppyness market !

Harga saham yang naik tinggi, tidak lama kemudian terkoreksi, harga saham yang turun sebentar kemudian naik, bukan market yang bersahabat untuk investor, para traderpun menghadapi kondisi demikian cukup sulit menentukan position sizing, kecuali trader trader short term lebih memiliki peluang di kondisi saat ini.

Pasar mencari arah pergerakan kedepan, fluktuasi tarik menarik antara bear dan bull yang seimbang mengakibatkan kondisi seperti ini, faktor faktor yang bisa mengakibatkan pasar trending sampai saat ini belum ada, faktor utama masuk atau keluarnya dana asing belum terbaca akhir akhir ini, kondisi pasar yang datar, namun berfluktuasi tajamlah yang terjadi saat ini.

Investor asing begitu mudah untuk menarik kembali investasinya di saham emiten tertentu, tidak seperti biasanya, rupanya fund manager asing masih melihat ketidakstabilan ekonomi makro negri kita.

Investasi pada kondisi seperti ini tidak akan berbuah manis dalam waktu dekat, walau investasi jangka panjang sebagai satu satunya jalan untuk menghindari kesalahan berinvestasi, trading jangka pendek masih kami rekomendasikan.

Well..... its time to buy on strong support, and sell at first resistance.

Jumat, 19 Oktober 2018

statistik web

Flag Counter
Diberdayakan oleh Blogger.

Buku Penulis

ALLIGATOR TRAINING EVENT

ALLIGATOR TRAINING EVENT

PUBLIC CHANNEL

FACEBOOK GROUP

WA PREMIUM