Jumat, 27 Januari 2023



Gaji tidak bisa dibandingan dengan saham, karena investasi saham berbunga majemuk, perolehan return terus bertumbuh setiap waktu, dikarenakan bertambahnya modal sebagai konsekwensi keuntungan yang disebabkan naiknya laba perseroan, atau kenaikan capital gain.

Bila bulan ini kita menerima gaji 10juta per bulan, bulan depanpun kita memperoleh gaji yang sama sebesar 10juta, walaupun kita berusaha mati matian bekerja dari pagi sampai malam, kecuali perusahaan bersedia memberikan uang tambahan lembur buat kita, atau melihat kerja keras kita sehingga kita memperoleh kenaikan karir sehingga bisa meningkatkan gaji.

Hebatnya di Investasi saham keuntungan tersebut bertambah secara otomatis berdasar atas pertumbuhan bunga majemuk, pertumbuhan bunga majemuk tahunan disebut CAGR Compund anual grouwth rate, angka CAGR seorang investor kawakan seperti Warrent Buffet adalah 23% untuk periode 55 tahun terakhir, sedangkan Lo Kheng hong berada di angka 46%.

Artinya modal plus bunga (profit) terus bertumbuh setiap tahun, dan bila bulan ini misalkan kita memperoleh profit 10juta dari investasi saham, maka dalam teori horizon investasi jangka panjang, sebagai perumpamaan, bulan berikutnya ditambahkan lagi 102 juta, dan bulan berikutnya 104,04 juta, begitu seterusnya karena modal kita terus bertambah seiring dengan bertambahnya profit.

Makanya tak heran investor bertambah kaya sedangkan karyawan yang jujur kesejahteraannya segitu gitu juga, malah makin terhimpit karena inflasi yang terjadi setiap tahun.





Level cut lossnya di berapa pak ?

Pertanyaan menggelitik, dalam hati belum apa apa koq sudah berfikir untuk cut loss ? 

Apa tidak lebih baik di tanyakan, level strong supportnya di berapa ? Kliatannya lebih bijak karena kita bisa mengantisipasi sampai level berapa harga bisa turun, sehingga kita bisa mengatur pembelian saham tidak dalam jumlah banyak sekaligus di satu harga, tetapi bisa mengantisipasi dengan dana yang sudah disiapkan bila harga turun ke level yang diidam-idamkan di level strong support.

Pembelian saham dalam jumlah banyak dengan menerapkan stop loss di satu harga ibarat permainan judi roulette, bila menang untung besar, bila kalah matilah kita. Investasi ataupun trading saham bukan judi roulette kita bisa mengatur pembelian saham yang sudah kita analisa dulu fundamentalnya secara bertahap, atau lebih simpelnya, ditabung.

Terlalu mudah cut loss membuat modal terkuras habis, disamping kita menanggung kerugian fee jual beli, kitapun menanggung kerugian yang tidak sedikit, belum lagi mental kita yang pastinya down setelah cut loss.

Seperti quotenya Engkong WB, Rule No 1: never lose money. Rule No 2: never forget rule No 1. Artinya tidak semudah itu kita cut loss menghilangkan uang yang kita investasikan, kita harus menjaganya apapun strateginya.

Cut loss memang perlu, tapi tak sesimpel itu memutuskannya, kadang harga memang hit level cut loss, tapi di penutupan harga naik kembali, trader yang menggunakan automatic cut loss atau smart save, akan terkena jebakan bandar ini, dibandingkan trader yang melakukannya secara manual.

Fikiran cut loss juga menciptakan negatif thinking dalam berinvestasi, karena bila kita cut loss sesederhana ketika harga sudah hit level cutloss pada jam perdagangan, padahal level support masih jauh, bukannya artinya kita tidak yakin prospek perusahaan yang kita beli ?

Cut loss dlm ilmu teknikal baru bisa dilakukan bila harga turun diiringi dengan volume tinggi, harga yang turun tanpa diiringi volume dalam ilmu yang sama, yaitu ketika harga turun volume turun, artinya dikemudian hari harga akan naik, ini yang strateginya sering digunakan oleh para trader contrarian.

Bijak menggunakan ilmu cut loss, semakin jarang anda cut loss, tetapi portofolio tetap aman sejahtera, artinya pengalaman dan tingkat keilmuan anda sudah makin mumpuni.




Minggu, 22 Januari 2023


KULIAH WA 

The principles of Lo Kheng Hong and my application to the stock market

Prinsip-prinsip Lo Kheng Hong dan penerapan saya di pasar saham.

*Sabtu, 18 Februari 2023*

* bisa tanya jawab


Di Grup WA 
Alligator EDUCATION



Minggu, 27 Februari 2022

 


Level Trader Saham

Oleh: Keneisha

Level seorang trader saham berangsur-angsur berubah seiring dengan peningkatan kemampuan analisa dan perkembangan mental sebagai seorang trader. 

Lima Level Trader Saham

Lima level yang idealnya dialami trader saham.

1. Growth Investor, 

2. Trend Following Trader, 

3. Swing Trader, 

4. Day Trader, 

5. dan Intraday Trader. 

Investor pemula yang baru terjun ke pasar modal menjadi seorang  Growth Investor terlebih dulu. 

Di level pertama ada growth investor yang berguna untuk melatih kedisiplinan dalam berinvestasi dengan melakukan pembelian saham secara rutin dalam periode waktu tertentu.

Level selanjutnya ada  Trend Following Trader yang menginisiasi pembelian saham saat harga sudah mulai bergerak dengan kecenderungan naik (uptrend). 

Strategi yang digunakan adalah dengan menggunakan strategi teknik Alligator trading system atau profitunity trading dan metode harmonic patterns, Periode trading dengan strategi ini bisa dalam hitungan hari atau beberapa minggu atau bulan.

Level ketiga adalah Swing Trader, yang memanfaatkan naik turunnya harga saham sebagai area jual beli. Senjata yang digunakan Swing Trader adalah chart daily atau weekly, menggunakan rasio-rasio Fibonacci untuk memperoleh titik support disingkronkan dengan bolliger band, garis trend, lorong channel, moving average 20, dan indikator RSI CCI. Periode trading bisa dalam hitungan hari , overnight atau dalam periode satu minggu.

Level berikutnya adalah Day Trader  memanfaatkan News, aksi korporasi seperti right issue, yg ditandai dengan eforia market dan lonjakan harga dan volume untuk jual beli dalam jangka pendek harian, indikator yang dipakai teknikal, bandarmologi, dan tape reading,  Trader jenis ini sering melakukan pembelian saham pada pagi hari 15 menit setelah pasar dibuka, atau ketika sore hari untuk dijual pada besok paginya (overnight), dengan target keuntungan antara 3% - 5% atau lebih, mungkin bisa sampai Auto reject atas (ARA),  Kriteria yang digunakan oleh Day Trader antara lain, lonjakan volume, analisa perubahan bid ask, kenaikan harga yang signifikan, dan akumulasi bandar.

Level tertinggi adalah  Intraday Trader   atau Scalper,  yang memanfaatkan volatilitas harga atau swing harga naik turun dalam satu hari. Level ini hampir mirip dengan Day Trader, hanya saja time frame-nya lebih singkat, yaitu hitungan beberapa menit dan beberapa jam saja. Target keuntungannya sangat tipis antara 0,5% – 2% tapi frekuensi trading-nya tinggi, dan dengan jumlah lot yang besar (scalping) , bahkan bisa  menggunakan fasilitas margin,  sehingga mendapatkan akumulasi keuntungan dari beberapa transaksi yang dilakukan hanya dalam beberapa menit saja dalam satu hari tersebut.

Setelah mencapai target keuntungan, Intraday Trader akan segera menjual sahamnya lalu mencari target saham lainnya untuk diperdagangkan. Indikator yang biasanya digunakan adalah news, teknikal dengan minute chart dan hourly chart. 

Nah, di level berapakah sekarang anda  berada ?

Senin, 22 Februari 2021

 


Tape Reading


Dalam applikasi-nya di dunia trading teknik visualisasi ini kita kenal dengan TAPE READING (rekam jejak trading). Dalam tape reading ini sebenarnya kita membedah aktifitas otak BD.

Ibaratnya ini adalah EEG (Electro Enchepalography) brain imaging bagi dokter syaraf untuk mengetahui aktifitas otak pasien.

Di dalam kegiatan tape reading inilah kita kemudian membuat "photocopy" kegiatan otak BD ke dalam otak kita. Kita menciptakan route neuron2Â yang persis sama sebagaimana yang ada di otak BD.

Bisakan Tape reading ini dipelajari?

Saya yakin bisa. Membedah chart ke dalam satuan terkecil dan menginternalisasikannya ke dalam otak kita merupakan salah satu cara yang bisa dilakukan.

Aplikasi di bidang lain misalnya bagi para pesenam tingkat olimpiade akan menggunakan teknik visualisasi ini untuk menginternalisasi dan membuat
"otomatisasi" gerakan2 rumit di udara sebelum tubuh mereka benar2 melaksanakannya.

Saya teringat seorang Ratu Kecantikan se-jagad ketika menjawab pertanyaan dalam sebuah wawancara tentang bagaimana dia bisa begitu percaya diri dan alami sepanjang kontes. Dia menjawab dengan kalem, "Saya telah melakukan semua ini RIBUAN KALI dalam otak saya."

Nah.... Pengin jadi trader sehebat para master? Pelajari jejak trading mereka dengan memelototi chart yang mereka gambar buat kita....

Senin, 15 Februari 2021

 


Semua petinju profesional memliki pelatih, bahkan petinju sehebat Mike tyson pun memiliki pelatih. Padahal jika mereka berdua duel jelas Mike tyson lah yang akan menang.

Lantas kenapa Mike tyson masih butuh kepada pelatih tersebut sementara jelas ia lebih hebat dari sang pelatih?.

Kita harus ngerti bahwasanya Mike tyson butuh kepada pelatihnya bukan karena sang pelatih lebih hebat, namun karena Tyson butuh kepada seseorang untuk melihat hal-hal yang TIDAK DAPAT dia LIHAT SENDIRI.

Hal yang tidak dapat dilihat dengan mata sendiri itulah yang dikenal dengan BLIND SPOT : TITIK BUTA. Kita hanya bisa melihat blind spot tersebut dengan bantuan penglihatan orang lain.

Karenanya dalam kehidupan kita butuh orang lain untuk menasehati kita..., mengingatkan.., bahkan menegur kita jika kita melakukan kesalahan yang tidak kita sadari.

KERENDAHAN HATI untuk menerima kritikan, nasehat & teguran itulah yang justru menyelamatkan kita.

Kamis, 11 Februari 2021


 

SIKLUS HIDUP TRADERS


1. Attraction & Romance


Dalam bahasa Indonesia attraction adalah daya tarik dan romance dapat diartikan impian. Awal mula kita menjadi trader pada umumnya karena kita mendengar cerita dari teman atau orang lain yang sukses dalam trading, menghasilkan sekian banyak uang dengan cepat dan tanpa kerja keras. Ini didukung oleh iklan-iklan diperbagai media bagaimana mendapat uang  dari  trading dengan cepat dan mudah. Ini semua membuat kita penasaran dan  penasaran ini akhirnya menjadi harapan.


Pada tahap ini perjalanan sebagai seorang trader dimulai. Trader biasanya memiliki sedikit pengetahuan tentang pasar namun tertarik karena adanya peluang mendapatkan penghasilan yang banyak. Ada kegembiraan dalam memulai trading dan trader pemula ini terkadang merasa bahwa trading adalah karir atau panggilan hidupnya.


Beberapa pemula pada tahap ini akan membuka account dan melakukan buy dan sell berdasarkan berbagai ide untuk melihat bagaimana cara pasar bekerja. Beberapa trader pemula lainnya akan trading di demo account terlebih dahulu. Terkadang ini adalah tahap perjudian, namun tahapan ini perlu sebagai langkah untuk riset selanjutnya.


Trader pemula ini akan merasa bahwa trading tidak semudah yang dibayangkan dan yang mereka lakukan adalah mencari strategi atau sistem trading yang sempurna yang dapat membuat mereka cepat kaya. Trader pemula ini penuh harapan dan tidak dapat menunggu terlalu lama untuk mulai trading agar dapat menghasilkan uang.


Secara emosional, dalam tahapan ini trader penuh dengan kegirangan. Trader berusaha untuk mencapai impiannya. Impian untuk cepat kaya dari trading membuat trader tersebut terus termotivasi. Kegirangan dan motivasi ini bagus, namun seharusnya berdasarkan harapan yang realistis.


Menjadi seorang trader seperti gambaran iklan produk diet yang menjanjikan turun 5 kg dalam 2 minggu. Trader akhirnya mendapati bahwa informasi yang dia dapat selama ini salah. Tidak ada holy grail atau sistem yang sempurna serta trading bukanlah cara cepat untuk menjadi kaya.


Jaman sekarang adalah jaman instan. Kita secara tidak langsung dipengaruhi oleh pemikiran saat kita menginginkan sesuatu maka itu harus ada sekarang. Trading sama saja, tidak berbeda. Pada tahapan ini trader hanya fokus pada hasil, yaitu ingin mendapatkan uang dan menjadi kaya. Trader kurang memperhatikan proses, padahal proses inilah yang akan sangat mempengaruhi hasil trading. Jika ini tidak dikoreksi, maka akan dapat menyebabkan kerugian finansial dan emosional yang cukup besar.

2. Power Struggle


Tahap ini adalah tahap dimana trader telah memiliki pengalaman trading, baik sukses ataupun kegagalan. Kebanyakan trader tersebut berada dalam kondisi breakeven atau malah rugi. Trader tidak mendapatkan penghasilan sebanyak yang diimpikan saat memulai trading.


Pada tahap ini trader ini dipengaruhi oleh keserakahan, ketakutan, dan harapan. Secara emosional ada dua reaksi yang akan dilakukan trader, yaitu “melawan” dan “lari”.


Reaksi melawan terjadi ketika trader merasa terluka karena loss yang dia alami dan akhirnya ego yang mengambil alih. Keinginan untuk benar menjadi semakin menguat  sehingga  akhirnya  trader trading dengan penuh emosi dan sering overtrading. Trader seperti ini  kelihatannya hanya berusaha sekeras mungkin untuk menghasilkan uang. Namun sebenarnya di dalam hatinya dia melakukan trading karena karena kebutuhan emosinalnya, yaitu kebutuhan untuk   benar,  kebutuhan  untuk membuktikan kemampuannya.


Reaksi lari terjadi ketika trader mulai gelisah dan bimbang dalam trading sehingga membuat panik dan akhirnya tidak melakukan apa-apa. Trader seperti ini kelihatannya hanya sedang tidak tahu apa yang harus dilakukan saat ini. Namun   sebenarnya   trader  tersebut  mengalami perasaan gagal, tidak mampu, tidak bisa. Dia mengalami trauma dari perasaan-perasaan yang dialaminya saat trading sebelumnya.


Dalam tahap power struggle ini emosi benar-benar dipermainkan seperti roller coaster. Ini dikarenakan trader terkadang mengalami hari-hari yang bagus namun terkadang mendapati hari-hari yang buruk dalam trading. Saat trader memperoleh hari yang baik dan mendapatkan profit, kepercayaan diri meningkat dan dia merasa bisa. Ini terkadang membuat dia berani merisikokan modalnya lebih tinggi lagi. Namun saat mengalami hari yang buruk dalam trading, semua kepercayaan diri dan kemampuan terasa hilang.


Perasaan ini terjadi berulang-ulang dan menciptakan ketidakseimbangan emosi. Trader tidak sedang berjuang melawan pasar namun berjuang melawan dirinya sendiri. Trader tidak mampu untuk mengontrol emosinya.


Jika trader tidak mampu mengatasi emosi ini maka dia akan sampai pada kondisi climax dimana dia memutuskan berhenti trading karena modalnya habis atau karena tidak tahan lagi dengan perasaan-perasaan yang dialami tersebut. Sayangnya, ini yang terjadi pada kebanyakan trader.


Di sisi lain, ada sebagian trader yang akhirnya menyadari bahwa jika mereka tetap melakukan hal yang sama dalam trading mereka, hasil yang didapatkan akan selalu sama. Mereka harus  membuat perubahan dalam trading mereka. 

3. Change


Jika trader sampai pada tahap ini, maka trader tersebut memiliki kebutuhan untuk berubah. Sebelum perubahan terjadi, trader perlu menyadari dan menerima bahwa dia harus mengesampingkan ego dan hasil yang instan.


Jika trader sudah siap untuk berubah, maka kerja keras baru dimulai. Perubahan itu tidak mudah namun mungkin dilakukan. Agar perubahan dapat terjadi,  maka kebiasaan lama harus diganti dengan kebiasaan baru. Ini membutuhkan disiplin dan ketekunan.


Perubahan yang utama di sini adalah bagaimana mengontrol emosi.  Trader  tidak akan langsung mengambil posisi dan gembira ketika mendapatkan signal trading. Akan tetapi dia tetap tenang dan menjauhkan emosi dari pengambilan keputusan serta mengikuti trading plan yang dia buat.


Oleh karenanya penting sekali sebelum memulai trading kita melihat bagaimana kondisi fisik dan mental kita. Jika tidak fit, baik secara fisik maupun mental, maka tidak perlu trading untuk saat itu. Trading berbeda-beda dengan pekerjaan-pekerjaan lain dimana meskipun kondisi tidak fit kita tetap dapat mengerjakan pekerjaan tersebut. Trading membutuhkan energi dan konsentrasi penuh.


Setelah memperhatikan kondisi emosi, trader juga harus memperhitungkan faktor R yaitu risk tolerance. Trading tidak bisa 100% berhasil. Ada saat dimana kita loss. Oleh karenanya perlu kita perhatikan berapa besarnya loss yang bisa kita terima dan hadapi sehingga tidak akan mempengaruhi emosi kita.


Ketika risiko sudah ditentukan, trader telah siap untuk trading. Saat trading ini kita harus sabar menunggu signal dari strategi trading kita. Saat signal tersebut muncul, maka kita bertindak dengan percaya diri dan sesuai dengan trading plan yang telah dibuat. Setelah mengambil posisi, maka yang dilakukan adalah memonitor pasar dan posisi trading tersebut sampai muncul signal untuk exit atau mengambil profit. Setelah itu trader juga melakukan analisa atas transaksi trading yang telah dia buat.


Agar perubahan ini benar-benar terjadi, trader harus melakukan langkah-langkah ini berulang-ulang hingga akhirnya menjadi kebiasaan. Kebiasaan-kebiasaan ini akan membuat kita mampu mengontrol emosi. Selain dengan melakukan ini semua, trader akan terfokus pada proses dan bukan hanya hasil saja.

4. Commitment


Perjalanan sebagai trader tidak lengkap tanpa adanya komitmen. Komitmen adalah tindakan yang mengikat diri kita sendiri untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan tertentu.


Saat trader memiliki komitmen untuk trading, maka dia akan bertanggung jawab atas apa yang dia lakukan. Trader tidak akan menyalahkan kondisi pasar, ekonomi, politik, atau lainnya atas kesalahan yang dia lakukan sendiri. Dia berkomitmen untuk menjadi trader yang lebih baik. Dia juga akan terbuka pada hal-hal baru dan bersedia untuk terus belajar.

 



statistik web

Flag Counter
Diberdayakan oleh Blogger.

Buku Penulis

ALLIGATOR TRAINING EVENT

ALLIGATOR TRAINING EVENT

PUBLIC CHANNEL

FACEBOOK GROUP

WA PREMIUM